Kamu Bukan Senja

Ada kalanya aku merasa seperti tengah berdiri pada batu yang tak menapak langsung ke tanah. Melangkah sedikit saja rasanya mau runtuh. Sedangkan tidak ada genggaman yang menungguku.

Pernah pula aku merasa seperti bernapas tanpa udara. Tahu nggak, rasanya merindukan rasa rindu? Seperti ingin pulang tapi tak tahu kemana harus menuju. Fase di mana untuk pertama kalinya, aku merasa perasaanku butuh arah, setelah sedemikian dilanda patah.

Kamu hadir saat aku berada di tengah badai itu. Ketenangan yang mendekati hampa. Saking tenangnya aku sendiri ragu harus ke mana. 

Tapi semesta punya kalkulasi sendiri. Termasuk konspirasinya menghadirkanmu di sini. Bukan seperti matahari terbit yang menyinari pagi. Bukan sebagai senja, tempat bersemayamnya puisi-puisi. Tapi di sini. Sebagai saat ini.

Kamu yang tak pernah muluk membayangkan nanti. Kamu yang membuat yang sudah seolah memang seharusnya terjadi. Sebab bagimu, hidup adalah kini.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram