Menata Kembali


Banyak hal berubah, tentu saja. Kehadiran mau pun kehilangan sesuatu akan selalu membuat kita berada di posisi yang sama sekali lagi; menata kembali.

Baju-baju lama sudah tidak muat lagi dikenakan. Jika tetap di lemari, akan sesak dan rawan berantakan. Seseorang pergi...

Kita semua tahu apa yang harus ditata lagi, kan?

Seseorang yang istimewa akan berkunjung ke rumah. Barangkali akan memalukan kalau tempat tinggal terlihat berantakan. Kali lain, lemari pesanan sudah datang. Untuk ukuran kamar yang tidak terlalu besar, perlu menata ulang agar punya ruang.

Tapi ada juga kehadiran yang tidak terlalu kita sambut dengan riang. Seperti yang tengah seluruh dunia alami hari ini. Hal yang membuat semua orang menata kembali. Bagaimana seharusnya jika keluar rumah. Apa yang harus dilakukan ketika pulang. Kita menata kembali diri kita dengan kebiasaan baru. Dan sepertinya, semesta juga tengah menata kembali dengan cara ini. Mungkin saja, kan?

Sebentar lagi bulan Ramadan. Biasanya selain iklan Marjan, akan muncul slogan-slogan untuk menata hati menyambut bulan suci.

Berdasarkan itu semua, aku jadi punya kesimpulan. Hidup adalah perihal menata. Menata untuk menyambut, menata setelah melepas, hingga menata untuk menyambut lepas.

----------

Kalau kamu membaca sampai bagian ini, aku cuma mau memberitahukan beberapa hal di blog ini juga kembali ditata. Coba sebutkan di kolom komentar. Yang benar, komentarnya akan saya balas dengan ucapan terima kasih.

Regards,
Barista Rasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram