Masuk Akal Aja...


Dapat kabar, seorang teman dapat pekerjaan baru yang terlihat mapan. Ada teman yang berhasil mencapai sesuatu yang cukup hebat. Sedangkan yang terlihat pada diri sendiri seperti, kok sepertinya masih begini-begini saja.

Rasanya masuk akal banget untuk mengeluhkan banyak hal.

Dihadapkan pada pilihan-pilihan. Yang satu terlihat menarik dan menyenangkan. Tapi nggak semua orang setuju. Kok sepertinya nggak akan bisa memenuhi kebutuhan.

Yang satu terasa lebih realistis untuk dijalankan. Tapi apa iya bakal begitu terus. Membosankan sekali. Tapi lebih memungkinkan untuk banyak hal dipenuhi. Tapi waktu jadi korban.

Bimbang.

Hal-hal berjalan nggak sesuai rencana. Padahal sudah diusahakan sebegitunya. Mengundur waktu pulang. Memangkas waktu tidur. Jauh-jauh ditempuh. Banyak hal ditaruh.

Masuk akal untuk kecewa.


2 komentar:

  1. Realistis itu perlu. Idealis itu gak selalu. Kadang kita cuman butuh survive, gak harus nge-hype. Asek.

    BalasHapus
  2. Baru bangun tidur terus baca ini kyk jadi ikut memikirkan pilihan hidup deh :") kebetulan bgt skrg lagi menjalani pilihan yg menarik & menyenangkan, tapi mempertimbangkan utk menjadi realistis dan memilih jalan lain..

    BalasHapus

Instagram